Model AI diam-diam berhasil kabur dari lingkungan pengujian, ungkap OpenAI
Pada hari Selasa kemarin (21 Juli 2026), OpenAI menyatakan bahwa dua model AI berhasil kabur dari lingkungan pengujian terkontrol yang seharusnya terlindungi dari akses internet, dan kemudian meretas sistem Hugging Face. Pernyataan tersebut dapat dibaca di artikel blog OpenAI ini.
Insiden tersebut pertama kali ditemukan oleh tim Hugging Face, yang menemukan terdapat agen AI yang mengganggu infrastruktur mereka. Setelah melakukan investigasi, OpenAI menemukan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kombinasi model AI, yaitu GPT‑5.6 Sol dan model pra-rilis yang sedang diuji kemampuannya (benchmark).
Saat beroperasi di lingkungan pengujian terisolasi (sandbox) OpenAI, model-model tersebut menghabiskan sejumlah besar daya komputasi inferensi untuk mencari cara mendapatkan akses internet, dalam upaya memecahkan masalah evaluasi. Setelah mendapatkan akses tersebut, model AI melakukan serangkaian peningkatan hak akses (privilege escalation) dan pergerakan lateral di lingkungan pengujian hingga akhirnya model mencapai node dengan akses internet.
Insiden tersebut menunjukkan bahwa model-model AI dapat menemukan dan mengeksploitasi jalur serangan baru dalam sistem tanpa akses ke kode sumber. AI mempercepat penemuan dan eksploitasi kerentanan. Hal ini menyoroti bahwa kemampuan siber tingkat lanjut harus dikembangkan bersamaan dengan pengamanan dan alat pertahanan yang lebih kuat.