Wayland, kunci masa depan KDE Plasma
Meskipun Proyek KDE belum memberikan tanggal yang pasti, tetapi mereka sudah mengumumkan bahwa rilis Plasma 6.8 akan secara eksklusif menggunakan Wayland.
... the future KDE Plasma 6.8 release will be Wayland-exclusive! Support for X11 applications will be fully entrusted to Xwayland, and the Plasma X11 session will no longer be included.
— Plasma Team, Going all-in on a Wayland future.
Hal tersebut merupakan kelanjutan dari pemisahan codebase KWin, yang memisahkan antara X11 dan Wayland pada Plasma 6.4.
Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat pada pengumuman pemisahan codebase KWin, tidak ada rencana untuk menghentikan dukungan X11 pada KWin selama rilis seri 6.
There are no plans to drop KWin/X11 in the Plasma 6 lifecycle, although it’s highly possible that it will happen in Plasma 7.
— Vlad Zahorodnii, kwin_x11 and kwin_wayland split
Kabar tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan di dalam komunitas KDE, terutama bagi para pengguna kasual seperti saya. Walau begitu, Tim Plasma menekankan bahwa tidak akan berdampak langsung bagi sebagian besar pengguna karena sebagian besar pengguna sudah menggunakan sesi Wayland. Dalam pengumuman resminya, Tim Plasma menyatakan bahwa X11 akan tetap didukung hingga awal 2027, perkiraan rilis veri 6.8.
Saya berharap, sebelum mencapai rilis tersebut, isu-isu yang berkaitan dengan Wayland di Plasma/Wayland Known Significant Issues sudah dapat ditangani. Beberapa masalah masih tertunda karena menunggu keputusan dari pengembang Wayland, jadi, untuk saat ini, agak sulit untuk membayangkan kalau Plasma akan all-in menggunakan Wayland.
Wayland dirancang untuk mengatasi keterbatasan X11. Keunggulan utama Wayland dari X11 antara lain peningkatan keamanan dan kinerja. Wayland mendukung fitur-fitur seperti Adaptive Sync, multi-monitor dengan refersh rate yang tinggi, dan HDR.
KDE Plasma bukan satu-satunya yang mengadopsi Wayland secara penuh. GNOME sempat bereksperimen dengan menghentikan dukungan X11 di GNOME 49 sebelum memperkenalkannya kembali, tetapi akan menghapusnya lagi di GNOME 50.
Beberapa distribusi juga sudah mengambil langkah ini, dengan Fedora 43 memimpin dengan menjadikan Wayland sebagai default eksklusif. Ubuntu 25.10 dan Kubuntu 25.10 pun mengikutinya. Bahkan Linux Mint, yang dikenal dengan pendekatan konservatifnya, secara aktif berupaya meningkatkan dukungan Wayland dalam rilis Mint 22.3 mendatang. Adopsi yang meluas ini menunjukkan konsensus industri yang jelas: Wayland adalah masa depan desktop Linux.